Malang Kota Apel

malang kota apel

Malang Kota Apel

Apabila menyebut Malang, tentu tidak lepas dari Buah Apel. Wilayah bersuhu hawa sejuk ini identik selaku penghasil Apel sampai dijuluki Kota Apel. Tetapi mengerti kah Kamu, sebelumnya tidak terdapat Apel di Malang Raya lho.

Periset Balai Riset Tumbuhan Jeruk serta Buah Subtropika( Balitjestro) Departemen Pertanian Sutopo menarangkan kalau Apel sesungguhnya bukan tumbuhan asli Indonesia. Belanda yang membawanya ke Tanah Air.

” Apel bukan asli Malang ataupun Indonesia. Itu buah dari luar negara, tepatnya dari negeri sub tropis. Belanda waktu itu yang bawa apel ke mari dekat 1930- an,” kata Sutopo

Di masa uji coba, ucap Sutopo, Belanda bawa sebagian tipe bibit buah apel ke daerah Malang Raya. Posisi ini diseleksi sebab mempunyai hawa hawa yang cocok buat budidaya Buah Apel.

Dari sana- lah buah Apel jadi salah satu komoditas andalan yang jadi mata pencaharian warga Malang serta bersinambung sampai saat ini. Sampai Malang Raya juga menemukan julukan selaku Kota Apel.

” Dijuluki kota apel sebab di Indonesia Apel cuma dihasilkan dari daerah Malang Raya. Kalaupun terdapat di wilayah lain, jumlahnya sedikit. Semacam di Nongkojajar, Pasuruan. Ini sebab hawa Malang Raya sangat sesuai buat buah apel, sebab temperatur udaranya dingin,” ucapnya.

Bagi Sutopo, pada 1930- an silam sesungguhnya Belanda bawa bermacam- macam tipe bibit Buah Apel ke Indonesia. Tujuannya buat memadai kebutuhan orang- orang Belanda yang menggemari Apel, sepanjang di Indonesia. Namun tidak seluruh bibit apel dapat berkembang di Malang.

” Belanda waktu itu membawa banyak bibit, tetapi yang sesuai disini( Malang) cuma 3 varietas saja. Apel Manalagi, Prices Noble, serta Rome Beauty. 3 tumbuhan apel yang banyak ditanam petani di Malang Raya,” tuturnya.

Sentra penciptaan apel di Malang Raya terdapat di Kota Batu serta Poncokusumo. 2 daerah itu memanglah penghasil buah apel terbanyak serta Indonesia. Paling utama buat tipe Apel Manalagi.

” Sentra apel itu Batu serta Poncokusumo, selaku penghasil apel manalagi. Jika Pasuruan di Nongkojajar saja. Namun saat ini ini, produktivitasnya menyusut. Sebab banyak petani bergeser ke tumbuhan lain yang lebih menguntungkan,” katanya.

admin
admin@petikapel.com
No Comments

Post A Comment